FP2BT: Pernyataan Kepala Seksi Pupuk Dan Alsintan Dinas Pertanian Bantaeng Di Media Itu Adalah Pembohongan Publik

fp2bt
Pupuk Urea Bersubsidi
Isu kelangkaan pupuk yang di katakan Kepala Seksi Pupuk dan Alsintan Dinas Pertanian Kabupaten Bantaeng, Nursalam lewat beberapa pemberitaan di media online itu di bantah oleh Forum Pemerhati Petani Butta Toa (FP2BT).
Pupuk Urea Bersubsidi

FP2BT mengatakan dengan tegas dan lantang bahwa Itu adalah “pembohongan publik” yang di lakukan oleh KaSi Pupuk dan Alsintan Dinas Pertanian Bantaeng, Nursalam.

Pernyataan Kepala Seksi Pupuk dan Alsintan Dinas Pertanian Bantaeng, Nursalam pada beberapa media online ini menuai sorotan dari Forum Pemerhati Petani Butta Toa FP2BT Bantaeng.

Berita Indonesia Satu

Di beberapa pemberitaan media online, Dinas Pertanian Kabupaten Bantaeng melalui KaSi Pupuk dan Alsintan, Nursalam menjelaskan bahwa isu kelangkaan pupuk selama ini yang terjadi di kabupaten Bantaeng adalah tidak benar. Jika pupuk subsidi itu langka, kenapa hasil produksi pertanian untuk tahun ini meningkat.

Dikatakan oleh Nursalam, bahwa produksi hasil pertanian di Kabupaten Bantaeng mengalami peningkatan sepanjang 2020 jika dibandingkan dengan produksi hasil pertanian pada tahun 2019.

Berita Indonesia Satu

Data dari Dinas Pertanian Kabupaten Bantaeng menyebutkan produksi hasil pertanian utamanya jenis padi di Bantaeng meningkat sebesar 3,22 persen.

Rata-rata lahan pertanian di Bantaeng bisa memproduksi 52,40 kwintal padi per hektare pada 2020. Sedangkan ada tahun sebelumnya, produksi pertanian di Bantaeng hanya berada pada angka 50,76 kwintal padi per hektare.

“Hasil produksi pertanian ini sekaligus membantah isu kelangkaan pupuk yang terjadi di Bantaeng,” ungkap Nursalam dalam sebuah pemberitaan di salah satu media online.

Pernyataan KaSi Pupuk dan Alsintan Dinas Pertanian Kabupaten Bantaeng ini mengundang reaksi Forum Pemerhati Petani Butta Toa (FP2BT) Bantaeng melalui media sosial grup WhatsApp LSM PERS dan grup WhatsApp Butta Toa yang menjadikan topik ini sebagai perbincangan hangat pekan ini.

Menurut koordinator 2 FP2BT, Aidil Adha. Bahwa pupuk subsidi itu tidak langka dan mengklaim hasil panen naik itu bikin ribut warganet. Aidil juga membantah bahwa pemberitaan tersebut tidak sesuai dengan fakta alias pembohongan publik yang dilakukan oleh salah satu Kepala Seksi di Dinas Pertanian Kabupaten Bantaeng.

“Jika hanya mau mendapatkan pujian atau bikin laporan asal bapak senang (ABS-red). Jangan melibatkan rakyat untuk ikut di bohongi atau setidaknya bukan dengan cara seperti itu untuk bikin bapak senang. tapi berikan solusi atau gagasan yang bisa menyelamatkan petani dari kekurangan jatah pupuk bersubsidi”, tegas Aidil.

Sementata itu di tempat terpisah. Ketua Forum FP2BT, Jamal Gondrong juga angkat bicara terkait persoalan pemberitaan di media online yang mengatakan bahwa pupuk itu tidak langka dan hasil produksi pertanian tahun ini meningkat dari tahun kemarin.

Ketua FP2BT Bantaeng. Jamal Gondrong.

“Kami dari FP2BT berharap agar Nursalam jangan asal buat pernyataan di media terkait dengan kelangkaan pupuk bersubsidi di Bantaeng. Sebelum buat pernyataan itu seharusnya KP3 turun sidak pada saat penyaluran pupuk bersubsidi itu”, ungkap Jamal.

“Coba kita turun ke lapangan melihat langsung kondisi petani bersama dengan FP2BT untuk memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi di pengecer, supaya ada pembuktian konkrit. Jangan asal bikin berita pencitraan dengan tujuan asal bapak senang. Sementara pada kenyataannya, Bupati Bantaeng sendiri mengakui kalo pupuk urea bersubsidi itu langka”, pungkasnya.