Pernyataan Sikap “Siap Mundur” Dari Jabatannya Sebagai Kadis Koperasi UKM Dan Perdagangan Kabupaten Bantaeng

Koperasi
Kantor Dinas Koperasi UKM Dan Perdagangan Kabupaten Bantaeng
Pernyataan sikap “Siap Mundur dari Jabatan sebagai Kepala Dinas Koperasi UKM Dan Perdagangan Kabupaten Bantaeng” jika tidak mampu sepakati kesepakatan.

Bantaeng – Pernyataan sikap Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Kabupaten Bantaeng, Ir. Meyriyani Madjid M.Si untuk “Siap Mundur” dari jabatannya sebagai Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Kabupaten Bantaeng bilamana tidak mampu menyepakati kesepakatan dengan DPC GMNI Bantaeng (Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia) untuk membuka Pasar Rakyat di Tanah Loe Kecamatan Gantarangkeke pada Desember 2020 ini.

Menyoal surat pernyataan Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Kabupaten Bantaeng tersebut, Aldi Naba koordinator bidang kelembagaan LSM TKP angkat bicara berdasarkan pengakuan pemilik lahan yang menjadi titik pembangunan Pasar Rakyat tahun 2019 oleh Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Kabupaten Bantaeng yang menegaskan bahwa sampai saat ini setelah pernyataan Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan yang tertanggal 03 Agustus 2020, biaya pembebasan lahan yang sudah dibangun pasar rakyat pada tahun 2019 dan sudah siap digunakan tahun 2020 ini belum juga tuntas. Lahan lokasi pembangunan pasar rakyat tersebut sampai saat ini masih menjadi hak milik masyarakat sekitar Tanah Loe Kecamatan Gantarangkeke.

Terkait pernyataan kepala dinas yang berjanji untuk membuka Pasar Rakyat Tanah Loe sesuai isi dalam surat pernyataannya, yang berjanji akan membuka pasar tersebut pada bulan Desember 2020 ini, Aldi Naba optimis itu tidak akan terlaksana karna pemerintah Kabupaten Bantaeng dalam hal ini Dinas Koperasi UKM Dan Perdagangan masih belum mampu menyelesaikan persoalan pembebasan lahannya dan ini adalah sebuah kesalahan fatal yang sudah dilakukan oleh dinas terkait.

“Mereka (Dinas terkait) sudah berani membangun pasar diatas tanah yang belum dia kuasai, jika tidak ada jalan penyelesaian antara pemerintah kabupaten atau dinas terkait, maka pasar itu tetap tidak akan bisa di buka sebagaimana mestinya dan kami yakin jika pemerintah tidak mampu menyelesaikan persoalan ini maka bangunan pasar tanah loe hanya menjadi hiasan saja dan menjadi proyek gagal yang hanya merugikan keuangan negara”, tegas Aldi Naba. 

“Dan jika itu sampai terjadi, maka Kadis Koperasi UKM Dan Perdagangan Kabupaten Bantaeng di perkenankan untuk mundur dari jabatannya sesuai dengan apa yang tertuang dalam surat pernyataannya”, ungkap Aldi.