Sinergitas Antara Lurah Bersama RT Dan RW Sangat Dibutuhkan Demi Lancarnya Roda Pemerintahan Di Kelurahan

Lurah
Lurah Lamalaka, Muhammad Irfan Aksari S.STP MM
Sinergitas antara Lurah bersama staf serta RW dan RT dalam sebuah institusi ditingkat kelurahan itu sangat diperlukan, demi lancarnya roda pemerintahan agar bisa maksimal dalam bekerja dan memberikan pelayanan yang terbaik buat warganya.

Muhammad Irfan Aksari S.STP MM yang diberikan amanah oleh Bupati Bantaeng, DR. H. Ilham Azikin M.Si untuk menjabat sebagai Lurah di Kelurahan Lamalaka pada 9 Januari 2020 lalu, kini telah memasuki setahun masa kepemimpinannya.

Muhammad Irfan Aksari S.STP MM

Banyak hal yang telah dilakukan oleh Irfan Aksari pasca pelantikannya sebagai Lurah Lamalaka. Salah satunya adalah merombak perangkat kelurahan di tingkat RW dan RT dalam wilayah Kelurahan Lamalaka, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng.

“Pertama kali saya masuk bertugas dan bekerja di Kantor Kelurahan Lamalaka ini, saya menerima laporan dari staf bahwa banyak perangkat kelurahan di tingkat RW dan RT yang kosong serta ada beberapa diantara mereka sudah lansia yang butuh penyegaran (diganti)”, ungkap Irfan Aksari di awal perbincangan bersama Jurnalis Media Online Nasional Indeksnews.com di ruang kerjanya, Selasa, 19 Januari 2021.

“Aparat kelurahan ditingkat RT dan RW itu sempat tidak tertata dan banyak terjadi kekosongan. Sehingga saya berkoordinasi dengan beberapa RW dan RT yang lain dan yang masih aktif serta beberapa tokoh masyarakat guna mencari solusi dan menata ulang kembali dengan mencari orang yang tepat hasil musyawarah untuk mengisi jabatan RT dan RW yang kosong itu”, tutur Irfan.

Irfan juga mengatakan: “Selain persoalan aparat kelurahan yang belum tertata dengan baik itu, saya juga diperhadapkan dengan masalah sengketa tanah warga Lamalaka yang tidak sempat terselesaikan oleh Lurah sebelumnya. Sehingga ketika saya masuk bekerja sebagai Lurah Lamalaka pada tanggal 10 Januari 2020 kemarin, Alhamdulillah satu persatu masalah warga terkait dengan persoalan sengketa tanah ini, saya bisa selesaikan dan tuntaskan semua”.

Muhammad Irfan Aksari S.STP MM yang lahir di Bantaeng pada tanggal 23 Desember 1992 ini adalah alumni IPDN tahun 2014.

Awal kariernya di pemerintahan setelah lulus dari IPDN tahun 2014 sebelum menjabat sebagai Lurah Lamalaka adalah:
1. Staf di bidang Makro Bappeda Provinsi Sulawesi Selatan.
2. Staf di pemerintahan desa Dinas PMD Kabupaten Bantaeng.
3. Kepala Seksi Pemberdayaan Ekonomi Kelurahan Malilingi.
4. Pelaksana tugas Kasubag Program dan LPSE Pemerintah Kabupaten Bantaeng.
5. Lurah di Kelurahan Lamalaka hingga saat ini.

Irfan Aksari bersama Isteri tercinta dr. Indry Priyandini

Putra daerah kelahiran Bantaeng, Muhammad Irfan Aksari S.STP MM kini menjabat sebagai Lurah Lamalaka yang membawahi 7 RW dan 24 RT dalam lingkup wilayah Kelurahan Lamalaka, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng.

Pada tahun 2019 kemarin, Muhammad Irfan Aksari S.STP MM berhasil memikat hati dan mempersunting dr. Indry Priyandini. Seorang gadis yang juga dokter muda asal Kabupaten Bone untuk dijadikan sebagai pendamping hidupnya.

“2020 Problematika dan Solusi”¬†

Seperti yang kita ketahui bersama, tahun 2020 kemarin itu negara kita tercinta ini di landa wabah global Covid19 yang mengharuskan diadakannya pembatasan jam kerja dan pengurangan tenaga kerja pada perusahaan BUMN dan Swasta yang berdampak pada roda perekonomian masyarakat sehingga tidak berjalan dengan normal.

Mengantisipasi agar roda perekonomian tetap berjalan, pemerintah pusat melalui Kemensos memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak ekonominya akibat pandemi Covid19 ini lewat program penerima bantuan sosial dan beberapa program lainnya seperti BLT, BST, PKH dan BPNT yang penerimanya berdasarkan DTKS.

Khusus untuk penerima bantuan ini, pihak kami di Kelurahan Lamalaka banyak mendapatkan masalah terkait data penerima bantuan.

“Data Terpadu Kesejahteraan Sosial atau DTKS ini asalnya dari Kemensos. Namun ada beberapa warga, bahkan salah satu RT kami¬† di Kelurahan Lamalaka yang berfikir bahwa data tersebut bersumber dari kelurahan di Lamalaka”, ujar Irfan kepada Indeksnews.com.

“Saya sudah jelaskan berulang kali kepada salah satu RT saya tentang penerima bantuan sosial ini. Saya katakan jika data penerima bantuan itu asalnya dari DTKS Kemensos, bukan berdasarkan data kelurahan”, keluh Irfan.

Terkait dengan persoalan salah satu RT di Kelurahan Lamalaka yang diberhentikan oleh Lurah, Irfan Aksari beberapa waktu yang lalu. Salah satu warga di Kelurahan Lamalaka yang kami temui dan minta namanya tidak di publikasikan mengatakan kepada Indeksnews.com.

“Saya sudah sampaikan ke Pak Lurah Lamalaka. Kalo ada RT nya di Kelurahan Lamalaka yang tidak mampu untuk bekerja, copot saja dan ganti dengan orang yang mampu dan mau bekerja untuk kesejahteraan warga di Kelurahan Lamalaka”, ungkapnya.

“Seharusnya dia itu bangga jika diberikan amanah dan kepercayaan sebagai RT. Ini membuktikan bahwa Lurah Irfan Aksari itu memberikan tanggung jawab dan kewenangan sebagai jembatan komunikasi antara warga dan lurahnya”, tegasnya.

Dengan keterbatasan dana di Kelurahan Lamalaka, Irfan Aksari menyikapinya dengan memberikan bantuan berupa paket sembako kepada warga yang berhak menerima yang namanya tidak masuk dalam data penerima bantuan Kemensos.

“Alhamdulillah, hasil musyawarah dengan RW dan RT serta tokoh masyarakat di Kelurahan Lamalaka. Saya meminta data warga miskin dan lansia yang namanya tidak masuk dalam data DTKS untuk Kelurahan berikan bantuan paket sembako. Jadi ada balance, tercover semua dan warga miskin serta lansia yang berhak menerima bantuan paket sembako tersebut merasakan ada pemerintah yang senantiasa memperhatikannya”, ungkap Lurah Lamalaka, Irfan Aksari.

“Dari banyaknya kesalahan data di DTKS, di bulan Agustus 2020 kemarin. Kelurahan Lamalaka bersama Puskesos Dinsos yang juga turut dihadiri oleh RT dan RW serta tokoh masyarakat dan pemuda melakukan pemutakhiran data DTKS yang sebelumnya terkahir pemutakhiran itu ditahun 2016” pungkas Irfan Aksari.

Lurah Lamalaka, Muhammad Irfan Aksari S.STP MM berharap agar kedepannya tidak ada lagi kesalahan data mengenai pemeneima manfaat bantuan dari pemerintah.

Mengakhiri percakapan dengan Lurah Lamalaka, Muhammad Irfan Aksari S.STP MM membeberkan beberapa kegiatan yang berjalan di tahun 2020 kemarin walau dengan keterbatasan dana yang dimiliki Kelurahan.

“Sempat di awal tahun 2020 kemarin, kami dari Kelurahan Lamalaka menganggarkan sebuah pekerjaan fisik serta program pemberdayaan dalam hal ini pelatihan jahit menjahit dan UMKM yang pendanaannya bersumber dari DAU Tambahan Kelurahan. Akan tapi setelah ada perintah langsung dari pemerintah pusat untuk mengalihkan anggaran tersebut ke jaring pengaman sosial (Covid-19), maka kami alihkan anggaran tersebut ke pembelian paket sembako dan sisa anggarannya kami buat satu pekerjaan fisik, yakni pembuatan MCK dan tempat Wudhu yang terletak di Masjid Boddong Raya dikarenakan warga disana sangat membutuhkan itu untuk kelancaran beribadah”, pungkas Irfan Aksari.

Domumentasi kegiatan Lurah Lamalaka di tahun 2020: