Sekda Provinsi Sulsel: Saya Di Fitnah!

Sulsel
Abdul Hayat Gani. Saya di fitnah!!
MAKASSAR – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Selatan, Abdul Hayat Gani geram, namanya di seret dalam dugaan penyalahgunaan dana Bantuan Sosial Covid19 di Provinsi Sulsel.

Sekda Sulsel ini menegaskan, ada pihak yang mencoba merusak nama baiknya dengan menyebut dirinya terlibat dalam kasus dugaan penyalahgunaan dana bantuan Covid19.

Kata Abdul Hayat Gani, apa yang disampaikan mantan Pejabat Dinas Sosial, Kasmin di sidang Majelis Tuntutan Ganti Rugi (MTGR) itu tidak benar.

Menurutnya, saat ini Kasmin sudah diambil keterangannya. Bahkan sudah ada berita acara pemeriksaan atau BAP oleh inspektorat. Seharusnya, jika ingin memberikan klarifikasi, Kasmin bicara disana, bukan di media.

Sekdaprov Sulsel, Abdul Hayat Gani

“Apa yang disampaikan pak Kasmin itu tidak benar. Itu fitnah yang sangat kejam,” ujarnya, Kamis, 21 Januari 2020.

Abdul Hayat mengaku, saat ini berita soal kasus dugaan penyalahgunaan anggaran bantuan Covid19 yang melibatkan dirinya sudah viral di media sosial.

Sehingga dirinya akan melakukan langkah hukum. “Ini pencemaran nama baik. Hal ini merusak nama baik saya dan pemerintah Provinsi Sulsel. Tak bisa dibiarkan,” ujarnya.

“Untuk itu, saya akan melakukan langkah hukum mengenai masalah ini,” tambahnya.

Seperti diketahui, mantan Pejabat Dinas Sosial, Kasmin selama dua hari, disidang oleh Majelis Tuntutan Ganti Rugi (MTGR) yang dibentuk Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah. Untuk dimintai pertanggungjawaban dana Bansos Covid19 sebesar Rp 1,7 Miliar.

Dalam sidang tersebut, Kasmin ternyata bingung ketika diminta untuk mengembalikan dana sebesar Rp 1,7 Miluar yang diduga diselewengkan tersebut.

Usai disidang oleh Majelis Tuntutan Ganti Rugi (MTGR), ternyata Kasmin malah mencoba mengalihkan isu penyelewengan dana tersebut dengan menyebut ada keterlibatan Sekprov Sulsel.

Menurut Kasmin, ia pernah ditelpon oleh Albar.

Kata Kasmin, “Albar adalah orang terdekat Sekprov, Abdul Hayat Gani. Kasmin diminta datang ke Hotel Grand Asia, lantai 7”.

Saat di hotel, kata Kasmin, sudah ada uang Rp 170 juta. Uang tersebut diberikan oleh PT Rifat Sejahtera dan dititip melalui Albar.

Oleh Albar, uang tersebut kemudian dititip lagi ke pria bernama Sandi. Albar dan Sandi adalah orang kepercayaan Abdul Hayat Gani.

Kasmin pun mengaku menolak uang tersebut. Dan menurut Kasmin, dirinya sempat ditanya Sekprov mengapa menolak uang tersebut.

Abdul Hayat Gani

Dari konfirmasi yang diberikan Sekprov, pernyataan Kasmin tersebut ternyata bohong.

Selain itu, isu yang dilontarkan oleh Kasmin tersebut sama sekali tak berkaitan dengan soal dana Rp 1,7 M yang dia harus pertanggungjawabkan.

Pernyataan Kasmin tersebut, tampaknya upaya pengalihan isu, untuk mengelak agar dirinya tidak dikejar untuk mengembalikan dana bansos sebesar Ro 1,7 M yang harus dia pertanggungjawabkan.