Tak Di Undang Acara HJB Ke-766, Wasekum Hubla KNPI Bantaeng Angkat Bicara

Wasekum KNPI Bantaeng :
Pemerintah Bantaeng Lupa Dulu Kita Merdeka juga Karena “Pemuda”

Hari jadi Bantaeng ke-766, bukan angka yang kecil bagi julukan Butta Toa ini, berbagai dinamika dan pernak-pernik telah dilalui Kabupaten ini, bukan tidak mungkin pemuda adalah salah satu pendorong kemajuan dan kemakmuran bangsa.

Acara Ceremony Hari jadi Bantaeng ke 766 kali ini yang dilaksanakan di Kantor DPRD Kabupaten Bantaeng, juga dilakukan secara virtual bagi beberapa undangan.

Namun 1 hal yang agak menggelitik tak ada undangan Bagi DPD KNPI Bantaeng untuk memeriahkan hari jadi ke 766 ini.

“Ini sudah benar, perayaan dilaksanakan secara virtual, namun sayangnya tak ada undangan bagi KNPI dan beberapa Organisasi Kepemudaan di Bantaeng, tak sadarkah kita bahwa dahulunya pemuda juga berperan penting bagi Bantaeng, semisal Andi Mannappiang saat memimpin SUDARA (Sumber Daerah Rakyat) sebagai persiapan Kemerdekaan Indonesia” Jawab Dedi Jalarambang selaku Wasekum Hubungan Antar lembaga KNPI Bantaeng.

Dhedy Jalarambang

“Dalam Buku “Bantaeng Biografi 35 Tokoh-Tokoh Bantaeng” Yang dikarang oleh Nastura di tahun 2006 silam telah menjelaskan secara terperinci bahwa pasca proklamasi kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945 proklamasi kemerdekaan dikumandangkan di Jakarta dan terdengar hingga di Bantaeng melalui radio yang dimiliki sebagian kecil masyarakat, seorang Tionghoa bernama Yau Tek dan Harsoyo. Andi Mannappiang mengkordinasi 3 organisasi perjuangan di daerah Bantaeng seperti SUDARA, Penerjang Penjajah Indonesia (PPI), Pemuda Merah Putih (PMP) namun mendapatkan tekanan yang keras dari pihak sekutu maka Andi Mannappiang mengubah menjadi Angkatan Muda Republik Indonesia (AMRI) dari wadah AMRI inilah perjuangan mulai bergerak kearah perjuangan fisik, Jadi kita semua harus sadar bahwa penghargaan pemuda bukan sekedar embel-embel belaka”, tutup Dedi Jalarambang.